Menurut Kantor Berita ABNA, badan perwakilan mahasiswa Universitas Malik Saud Riyadh menyelenggarakan sebuah sayembara kebudayaan di kalangan mahasiswa yang tinggal di asrama kampus. Soal-soal yang diujikan dalam sayembara tersebut berkaitan dengan tindakan umat Syiah di hari-hari Asyura beserta amalam-amalan bid'ahnya yang menurut mereka bertentangan dengan sunnah Nabi saww.
Menurut pertanyaan tersebut, melangsungkan majelis-majelis Asyura di kalangan Syiah adalah Bid'ah dan para mahasiswa peserta lomba diminta mengklasifikasikan bida'h-bid'ah kaum syiah tersebut.
Sementara bunyi teks soal yang lain, meminta peserta untuk menjelaskan amalan yang benar dalam memperingati Asyura. Para pemenang dari sayembara ini akan menerima hadiah pada majelis Asyura yang akan diadakan pihak universitas tersebut.
Dalam kertas ujian yang diedarkan tersebut tidak dituliskan mazhab Syiah secara langsung, tetapi menyebutkan dengan menggunakan nama lain. Karena aturan undang-undang Saudi telah menetapkan tidak dibenarkannya tindakan-tindakan yang dianggap dapat menimbulkan perpecahan dan konflik antar mazhab di Saudi.
Golongan Wahabi dan sebahagian dari firqah Ahlusunnah mempunyai kepercayaan bahawa hari Asyura ialah hari bahtera nabi Nuh (as) berlabuh di bumi, hari laut terbelah dua untuk nabi Musa (as) dan Bani Israel dan lain-lain sebagainya, karenanya mereka menyambut dan memperingati hari Asyura dengan amalan-amalan yang menunjukkan luapan syukur kegembiraan.